Intermezo
Macau Memang Memukau
Ditulis oleh Sri Lestari   
Selasa, 03 Juli 2012 11:53

altMendengar nama Macau, pikiran saya langsung tertuju ke wilayah kecil di sudut Cina. Letaknya sekitar 65 km dari Hongkong. Sebagai koloni Eropa tertua di Cina sejak abad 16, pengaruh Portugis sangat kental di negara ini.

 

Arsitektur gedung khas Eropa, bangunan bergaya Art Deco, tempat-tempat bersejarah, nama jalan hingga makanan, hampir semuanya beraroma Portugis. Pemerintah Portugal menyerahkan kedaulatan Macau terhadap Republik Rakyat Cina (RRC) pada tahun 1999. Dan Macau kini merupakan sebuah Daerah Administratif khusus Cina. Walau demikian, Macau memiliki sistem pemerintahan dan pendapatan yang berdiri sendiri.

 

altMAKANAN KHAS MACAU

Seperti kota wisata yang lain, Macau juga memiliki banyak makanan khas yang diburu para turis. Saya banyak menemui orang berjualan portuguese egg tart di pojok-pojok tempat wisata. Portuguese egg tart merupakan makanan khas yang sangat terkenal di Macau. Bisa dipastikan setiap turis akan mencicipi makanan ini setiap pergi ke Macau. Termasuk saya, saya pun memakan makanan ini di sekitar Senado square.

 

Senado Square adalah sebuah area yang terdiri dari deretan gedung-gedung tua bersejarah, pusat perbelanjaan, toko-toko yang menyediakan suvenir dan makanan khas Macau. Pada waktu malam, tempat ini tampak sangat indah dalam pendar cahaya lampu yang berwarna kuning keemasan.

 

Di salah satu sudut tampak taman kecil dan pohon-pohon yang rimbun sehingga orang-orang bisa berteduh di bawahnya dengan nyaman. Saya juga banyak menemukan tempat-tempat publik yang nyaman dengan pedestrian yang aman di beberapa lorong dan sudut kota.

 

Di pojok Senado square saya melihat toko kue Koi Kei Pastelaria. Toko kue ini sangat terkenal di Macau. Saya menemukan berbagai jenis makanan khas Macau seperti, permen kacang, kue almond, kue semprong khas Macau, kue khas Cina, dendeng daging sapi, serta kue tar telur.

 

Banyak turis membeli oleh-oleh makanan khas Macau di toko ini. Saya sendiri memutuskan membeli portuguese egg tart setelah gagal makan egg tart di Margaret’s Café Nata. Kue ini masih hangat ketika saya membawanya ke taman pojok Senado square. Sambil duduk di bawah pohon rindang, mengamati lalu lalang orang, saya mengunyah Portugues egg tart. Kue mungil berbahan dasar telur, tepung, susu dan mentega yang sungguh lezat.

 

 

TRANSPORTASI

Selama di Macau saya takjub ketika menaiki bus menyusuri kota. Selain bus yang bersih dan nyaman, saya terpesona oleh lampu-lampu yang berpendar di sepanjang jalan. Lampu-lampu itu ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan cahaya yang indah. Gemerlap hotel-hotel berbintang dan kasino terlihat gemerlap. Benar-benar negeri kecil yang cantik, teratur dan bersih. Begitu kesan pertama saya saat bus berhenti di pusat kota, tepat di terminal bus Grand Lisboa.

 

Transportasi di Macau sangat bagus. Selain menyediakan bus gratis dari bandara dan pelabuhan menuju hotel-hotel berbintang, di sini pun tersedia bus yang mudah diakses dengan harga murah. Untuk sekali naik bus dari terminal menuju Grand lisboa, salah satu ikon di Macau, saya hanya mengeluarkan uang sebesar 5 HKD atau setara dengan Rp6 ribu. Selain mata uang HKD, mata uang Patacas (MOP) juga berlaku di Macau. Tetapi karena setelah keluar dari Macau, mata uang Patacas tidak bisa digunakan lagi, saya lebih memilih menyimpan Hongkong dollar.

 

Ada yang unik dengan Macau. Ketika berkunjung ke sini, sebisa mungkin Anda membawa gambar hotel beserta alamatnya. Nah, fungsi gambar itu untuk menunjukkan kepada sopir bus atau taksi agar Anda bisa sampai di tujuan dengan cepat. Hal ini mempermudah Anda yang kesulitan berkomunikasi dengan orang-orang di Macau. Seperti yang saya lakukan, saya menyiapkan gambar dan  naa hotel yang tertulis dalam bahasa Canton (bahasa Macau).

 

Dan benar saja, begitu saja tunjukkan gambar hotel dan jalan yang sedang saya cari, seorang gadis langsung menunjukkan tangannya, “There!”. Saya segera menyusuri jalan itu dan menemukan banyak lorong. Nama jalan di Macau selalu dimulai dengan nama Travessa, Avenida, Estrada dan Rua. Avenida dan Estrada adalah jalan utama yang biasanya terdiri dari dua arah. Rua adalah jalan lebih kecil yang biasanya satu arah. Sedangkan Travessa adalah lorong yang hanya bisa dilalui motor, pejalan kaki, sepeda atau becak Macau. Saya menemukan banyak sekali lorong-lorong ini sehingga saya menyebutnya sebagai kota seribu lorong. Hotel kecil yang saya pesan berada di Avenida de D.Joao dan saya memutuskan untuk beristirahat di hotel kecil yang nyaman itu.

 

 

alt

TEMPAT BERSEJARAH

Sekitar sepuluh menit dari Senado square, saya menemukan reruntuhan Gereja St. Paul yang merupakan simbol pariwisata Macau. Meskipun saya berkunjung bukan pada hari libur, tetapi banyak sekali turis-turis yang mengunjungi tempat ini. Halaman depan gereja berbatu dan terdapat tangga besar sisa dari Gereja St. Paul.

 

Gereja ini dibangun pada tahun 1602 di samping Jesuit College of St. Paul's, universitas Eropa pertama di Asia dimana para misionaris belajar tentang Cina sebelum bertugas di Ming Court di Beijing sebagai ahli astronomi dan ahli matematika. Di tahun 1835, kebakaran melanda universitas dan gereja tersebut.

 

Yang tersisa hanya halaman depan yang dramatik dengan empat baris tiang, lengkap dengan ukiran dan patung. Arsitektur Gereja St. Paul yang unik mengingatkan pada gaya Renaissance Eropa dan arsitektur Asia dalam sebuah campuran memesona dari unsur Cina dan Eropa.

 

Di dekat Ruins of St. Paul's terdapat Museum of Sacred Art and Crypt. Museum ini memajang lukisan, patung dan benda religi lainnya dari gereja-gereja di Macau. Sementara di pemakaman di sekitar museum pengunjung dapat memperhatikan relik-relik dari para martir Jepang dan Vietnam. Masuk ke dalam bangunan museum saya menemukan area luas di ketinggian. Sisi-sisinya dibentengi tembok tinggi dan terdapat beberapa meriam.

 

Tempat yang bernama Benteng Gunung ini merupakan benteng barat pertama di China. Benteng Gunung dari abad ke-17 menempati puncak bukit di semenanjung Macau dan merupakan salah satu benteng Barat terkuno di Cina. Sekitar 300 tahun yang lalu, saat puncak kejayaan Dinasti Ming dan sebelum Ruins of St. Paul's dilahap api, Benteng Gunung menjaga kota. Di tahun 1998, Museum Macau dengan tiga lantai dibangun. Kini benteng tersebut menjadi tempat tujuan wisata utama.  Di kaki bukit sebelah timur dari Monte Fort Anda akan menemukan koridor benteng yang terletak dekat pintu masuk kota dan tempat yang terkenal untuk acara seperti 20th Macau International Music Festival.

 

Usai mengunjungi Ruins of St.Paul, museum dan Benteng Gunung, saya melanjutkan perjalanan ke A Ma Temple.  Dibutuhkan waktu sekitar sepuluh menit naik bus dari Senado square.  Kuil A Ma adalah tempat kaum Portugis mendarat pertama kali di Macau. Kuil ini menjadi titik awal dari perjalanan bersejarahKuil tersebut terdiri atas koridor untuk berdoa, pavilion, dan halaman yang dibangun di bukit berbatu serta disambungkan dengan jalan yang berputar melewati gerbang-gerbang bulan dan taman-taman mini.

alt

Pada pintu masuk terdapat sebuah batu besar dimana sebuah sampan pelayaran tradisional diletakkan lebih dari 400 tahun yang lalu. Di batu yang lain terdapat  ukiran karakter-karakter merah yang sedang meminta restu dari para dewa.

 

Legenda Cina mengatakan bahwa dengan menyentuh puncak dari gerbang bulan yang berada di atas bukit akan membawa keberuntungan baik rezeki maupun percintaan. Di seberang kuil terdapat Museum Kelautan, menampilkan banyak aspek sejarah kelautan Portugis dan Cina meliputi periode mulai dari abad ke-15 sampai abad ke-17.

 

Beberapa restoran Portugis yang terkenal berlokasi tak jauh dari sana. Bangunan-bangunan bersejarah ini menunjukkan kebersamaan budaya Timur dan Barat. Sungguh indah dan membuat saya ingin kembali ke Macau.

 

Add comment


Security code
Refresh

KompasGramedia
Copyright © Majalah Sekar, All Rights Reserved 2014.
KompasGramedia