Sentra Usaha
Cari Souvenir Murah di Pasar Mester, Yuk!
Ditulis oleh Andes Lukman   
Rabu, 06 Juli 2011 15:37

alt

“Mester…mester,” begitulah teriak kondektur bis kotaketika melewati daerah Jatinegara, Jakarta Timur ini. Pasar Mester memang cukup diperhitungkan sebagai pusat grosir untuk penjualan aksesori. Bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta Timur, Bekasi, hingga Karawang pastilah memilih pasar ini untuk memburu aksesori. Selain mudah dijangkau dengan kendaraan umum, Pasar Mester pun tidak jauh dari Terminal Kampung Melayu dan buka dari pagi pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Yang unik dari pasar ini, banyak tersedia aksesori seharga di bawah Rp5000. Inilah yang membedakan dengan Pasar Pagi Mangga Dua, Pasar Mester lebih didominasi aksesori sederhana. Gantungan kunci, miniatur garpu dan sendok, hingga kipas lipat banyak tersedia di sini. Memang kurang inovatif, tapi bagi Anda yang menyenangi aksesori yang tidak terlalu rumit dan murah, di sinilah tempatnya.

Ibu Rio misalnya, salah satu pedagang di sini mengaku banyak menerima pesanan aksesori ukuran kecil dari para calon pengantin. “Paling banyak diminati miniatur sendok dan garpu,” ceritanya. Untuk aksesori lain, ia juga menjual jenis-jenis seperti gunting kuku, gantungan kunci, hingga boneka magnet untuk hiasan lemari es. Agar bisa bersaing dengan tempat lain, dirinya membuat beberapa penawaran, misalnya aksesori ditambahkan dengan nama calon pengantin. “Kita harus selalu kreatif,” katanya bersemangat.

Dalam sehari Ibu Rio bisa menjual 2000 sampai 5000 aksesori, terutama bulan-bulan penghujung tahun seperti ini, semakin banyak yang memburu. Tidak mau kalah dengan Pasar Pagi Mangga Dua, pedagang di sini pun mencoba mengambil barang-barang dari luar negeri. Sebut saja Cina, negara ini pengimpor aksesori paling banyak dibanding negara-negara lain. Tapi, Ibu Rio tidak pernah mengambil terlalu banyak, sebab masih banyak karya pengrajin Indonesiayang lebih bagus.

Nama Pasar Mester diambil dari seorang pria kaya asal Pulau Lontor, Banda, Maluku yang bernama Cornelis Senen. Lelaki ini menghabiskan hidupnya untuk menjadi guru agama Kristen, mulai dari membuka sekolah hingga aktif di gereja-gereja berbahasa Melayu dan Portugis. Jabatannya sebagai guru itulah yang membuat ia mendapat gelar ‘Mester” yang berarti ‘Tuan Guru’. Nama Mester juga dipakai sebagai benteng pertahanan Belanda di wilayah Jatinegara. Kini benteng itu telah runtuh dan dijadikan pasar untuk membangkitkan geliat ekonomi rakyat.

 

Comments 

 
0 #1 Vindy 2012-01-27 06:34
Wah... Untuk masalah promosi sih, ga usah bingung lagi... Soalnya sudah ada pabrik tas adipura mandiri yang bisa memberikan solusi untuk masalah tas promosi. So check this out... http://www.adipuramandiri.com/
 

Add comment


Security code
Refresh

KompasGramedia
Copyright © Majalah Sekar, All Rights Reserved 2014.
KompasGramedia